Senyum bahagia dari keluarga tercinta
Hari ini saat yang ku nanti telah tiba. Aku dinyatakan lulus dengan nilai IPK yang memuaskan, di universitas ini… perjuanganku tak sia – sia ku korbankan siang dan malam ku untuk terus belajar.. demi sebuah asa.. kulihat bapak dan ibuku tampak bahagia, melihat anak laki – laki satu – satunya dalam keluarga ini menamatkan pendidikannya sampai jenjang sarjana… dengan pakaian terbaiknya bapak dan ibuku masuk dalam gedung ini, sungguh tergambar jelas diraut wajahnya pagi ini.. akupun begitu bangga dengan toga yang ku kenakan… suara riuh bergema dalam aula wisuda.. semuanya tampak bergembira.. dengan wajah berseri – seri menyambut nama – nama para mahasiswa dipanggil rektor untuk mendapat ucapan selamat dan serifikat kelulusan.Kulihat teman – temanku abas, deni dan roni juga didampingi keluarganya masing – masing.. syafa tampak cantik pagi ini dengan mengenakan kebaya dan rok panjang bermotif batik, kebanggan indonesia, kita saling bertegur sapa sambil melemparkan senyum pertanda bahagia.
“ nak semoga dengan ini, kau bisa menggangkat derajatmu juga keluarga kita …., bapak selalu bangga dengan kemampuanmu… kau tak pernah mengecewakan bapak dan juga ibu. jadilah seperti yang kau inginkan… bapakmu ini akan selalu berdoa dan mendukungmu… dalam setiap langkah baikmu.. “ bapak masih memelukku… dengan suara yang bergetar.. diikuti tangis bahagia.. akupun tak kuasa untuk menjawabnya… hanya ada linangan air mata. Kami saling berpelukan cukup lama.. ibuku berkali – kali menciumi pipiku.. dan berkata “ anakku telah beranjak dewasa… baru kemarin rasanya.. ibu mamandikan dan menyuapi makan… tak terasa ibumu ini telah beranjak tua.. ibu bangga padamu nak… “. Tangis – tangisan ini berlangsung cukup lama, aku terharu dan bahagia… kepada keluargaku… yang memang selalu ada dalam setiap nafasku… terima kasih bapak dan ibu..
Memulai lembaran baru
Akhirnya, aku telah sampai kekampung halamanku… sebuah desa.. yang masih perawan tak tersentuh kemajuan zaman.. kuhirup berkali – kali udara sejuk nan segar pagi ini.. seolah mentari menyambutku dengan senyuman hangatnya… burung – burungpun menggucapkan, ucapan selamatnya… dengan kicauan merdu, saling bersahut – sahutan.. ku edarkan pandangan mata.. tampak asri nan hijau kampung halamanku… sesekali aku berpapasan dengan bapak dan ibu petani.. menuju sawah – sawah yang terhampar luas… “ pak bakri… anaknya baru datang dari kota yaa pak… ?. tanya seorang pak tani sambil menggembala ternaknya dilapangan rumput yang hijau… bapak sambil melempar senyum dan mengganguk.. “ iya baru pulang dari kota.. “.Sesampainya dirumah aku sudah disambut kakak dan adiku juga para saudara dan tetangga setempat.. senyuman – senyuman itu.. membuatku bahagia untuk sejenak, sambil bersalam – salaman para tetangga menanyaiku yang macam – macam..mulai darisudah punya pacar apa belum sampai kapan akan menikah. rupanya keluargaku melakukan hajatan kecil – kecilan untuk menyambut kedatanganku atas kelulusan yang telah aku dapat.
Bersuka cita aku berkumpul dengan para anggota keluarga, sambil menikmati hidangan yang telah tersaji pagi ini.. banyak menu – menu yang menggugah selera makanku.. mulai dari kari ayam, sayur rebung, sayur daun singkong muda.. ikan lele, pepes tongkol, perkedel jagung lengkap dengan sambal dan lalapan mentimun muda… aku serasa kembali dalam masa kecilku dulu… keakraban ini hanya ada didesa…
Memikirkan masa yang akan datang
Hari – hari kulewati dengan penuh suka cita, membantu bapak disawah.. mencari rumput untuk makan ternak,bermain layangan, mandi dikali sampai memancing disungai dengan teman masa kecilku… dan masih banyak kegiatan lagi yang mengasyikan dikampung..Malam ini aku duduk bersama bapak dan ibuku… sambil menikmati teh hangat dan singkong goreng yang baru diambil bapak tadi siang dipekarangan rumah, rumahku tak sebagus rumah kostanku… sangat sederhana.. dengan model rumah bergaya jawa kuno.. yang masih terawat baik. “ pak… mungkin ardi tak lama tinggal dirumah… ardi ingin mencari kerja dikota.. “, kataku sambil menyeruput teh buatan ibuku.. “ apa tak sebaiknya kamu tinggal dirumah dalam sebulan… ? “, sahut ibuku dengan aksen jawa yang kental.. “ buk… disini ardi tak bisa berkembang.. ardi ingin mencari pengalam kerja didunia luar.. ardi akan pulang tiap bulan sekali “, jawabku. “ apa kamu sudah dapat panggilan kerja dikota nak.. ? “, tanya bapak kemudian… “ belum pak… tapi aku yakin dengan apa yang aku miliki saat ini aku juga tak kalah dengan yang lainnya… , bukankah menjadi orang sukses tak harus dari kampung halamannya sendiri.. ?, tenggok lah mas irwan… dia mampu membeli berapa petak sawah dan ternak juga dari hasil kerja kerasnya dikota.. dan orang tuanya yang menggembangkan usaha mas irwan.. sekarang keluarga pak umar / bapak mas irwan juga sudah bisa membeli sepeda motor… aku ingin sepert itu pak… “, ceritaku panjang lebar.. “ kalau memang itu yang kamu mau… bapak hanya bisa mendoakan kamu…. terus kapan kamu akan berangkat kekota.. ?, sahut bapak dengan bijaksana.. “ mungkin tiga hari lagi ardi akan kembali kekota… “.
Inilah yang membuatku bangga akan keluarga… bapakku selalu membebaskan apa yang ingin anaknya lalukan asalkan anaknya tahu dengan resiko yang akan ditempuh, terlebih itu.. bapakku adalah orang yang bijaksana dan yakin terhadap anak – anaknya. Setelah beberapa jam aku berbincang – bincang dengan bapak dan ibu, aku pamit untuk tidur malam ini.. ditemani suara jangrik.. dan kumbang – kumbang lainya yang terdengar merdu dibelakang pekarangan rumah.
Kembali kekota
Pagi ini aku berpamitan dengan kedua orang tuaku beserta kakak dan adikku.. “ baik – baik dikota yaaa… ardi.. selalu jaga kesehatan dan tetap beribadah.. “, kata mbak tyas kakakku… “ jangan lupa tulis kabar yaa kak… “, adikku risa ikut bersuara.. “ bapak… ibu… ardi berangkat dulu yaaa… doakan semuanya lancar.. “ setelah aku mencium kedua tangan orang tuaku dan memeluknya… “ hati – hati dikota orang nak… selalu bersikap baiklah pada siapapun disana.. “. Pesan bapakku..Akupun diantarkan saudara bapak yang juga bekerja jadi tukang ojek dikampungku… perlahan tapi pasti… menyusuri jalan desa yang bergelombang tanpa sentuhan aspal.. dan jika saat hujan turun jalanan ini akan banyak digenangi air – air hujan.. yang menambah sulit untuk dilewati. Menyusuri hamparan petak – petak sawah yang menghijau..melewati sungai – sungai kecil yang berair jernih dan dangkal, dan yang terakhir melewati berapa hektar pohon – pohon jati yang terasa teduh dan rindang.. dan akupun semakin menjauh dari kampung kelahiranku… menuju masa depan cerah yang harus segera ku raih..
Jam 11.20 wib, aku telah sampai dirumah kost yang telah beberapa tahun ku tempati… setelah selesai wisuda.. aku masih belum memberi kabar kepada ketiga temanku, kita masing saling menikmati pulang kemampung halaman dan sebaliknya mereka juga masih belum mengabariku… kurebahkan badan sejenak untuk beristirahat.. menghilangkan penat. Setelah aku kabari bahwa aku telah sampai dengan selamat kepada kedua orang tuaku melalui hp butut yang setia menemaniku..
Ku langkahkan kaki dengan pasti
Hari ini aku siap dengan tantangan baru, didunia kerja… sebenarnya aku sudah banyak ditawari pekerjaan oleh teman – temanku, Tapi belum ada yang menarik hatiku…dan setelah semalam mengetik untuk mengajukan lamaran pekerjaan diperusaan yang sudah aku tuju. Pagi ini dengan percaya diri aku melangkahkan kaki keperusaahan tersebut untuk menaruh surat lamaran kerjaku.. jam 10. 30 wib, aku sudah sampai rumah… tiga lamaran telah ku masukkan ditiga perusahaan, tinggal tunggu panggilan untuk tes wawancara dan serangkain tes lainnya untuk mengetahui seberapa tanggap calon karyawan yang ingin direkrut perusahaan tersebut.Sebuah pesan dari deni , “ di… dua hari lagi aku balik kekostan.. roni dan abas, gimana ? “. Ku balas “ belum tahu… sudah tak sms tapi belum dibalas, mungkin tak ada sinyal.. ya udah puas – puasin kumpul sama keluarga “. Setelah sholat dhuhur aku sempatkan tidur siang sejenak… untuk meluruskan badan yang sedari tadi berkeliling dari satu perusahaan keperusahaan lainnya.
Jam 16.00 wib, roni datang.. dengan membawa bekal makanan dari rumahnya.. kebetulan aku sudah lapar, akhirnya kita berdua makan dengan lahapnya… sambil menceritakan kepulangan kita masing – masing dikampung halaman, disusul kemudian kedatangan abas.. “ assalamualaikum..heyy…. apa kabar kawan..?, maaf aku tak sempat membalas pesan kalian.. pulsa ku habis.. “, sambil duduk diruang santai merangkap ruang belajar.. “ gimana liburanmu abas… ? “ tanyaku dengan semangat… “ seru dan mengasyikkan… puas banget kali ini pulang.. “. Jawab abas tak kalah semangatnya… setelah bertukar cerita tentang kepulangan masing – masing kitapun sholat ashar secara berjamaah diruang santai ini.. sambil berdoa mudah – mudahan aku diterima di salah satu perusaan yang telah aku tuju.
Pertemuan tak terduga
Aku dinyatakan lulus dari tes wawancara dan tes minat bakat .. diperusahaan tersebut, setelah pagi ini mengikuti serangkaian tes tersebut… aku baru diperbolehkan pulang untuk melengkapi berkas – berkas tambahan, besok bisa langsung masuk kerja.. karena perut mulai lapar aku segera begerak cepat untuk mencari tempat makan yang nyaman dan murah.. sambil melangkahkan kaki kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 14.07 wib. “ mba… pesan gurame bakar sama orange juss “, kataku sambil menunjukan menu didaftar menu rumah makan ini.. setelah sekian menit akhirnya aku menyantap makan dihadapanku dengan semangat..Kulihat dari tadi seorang ibu muda terus – terusan menatapku dari kejauhan.. dia sedang asyik menyuapi putranya yang kira – kira berusia satu tahunan.. perlahan ibu muda ini mendekatiku.. “ maaf… mengganggu makan siangnya sebentar… “, dia duduk tepat didepanku dengan memangku putranya… “ iya… kenapa ibu.. ?, apa saya mengenal ibu atau sebaliknya… ? “. Sapaku sambil menghentikan makan. “ kamu ardi…. kan ? “, menatapku tak percaya.. “ maaf anda siapa… ? “. Tanyaku sedikit heran melihat ibu muda yang masih cantik ini menatapku heran… “ kamu lupa denganku.. ? “. Kata wanita ini dengan nada meyakinkan.. “ aku bella istri dari sahabatmu… felix.. “. Aku seperti tersedak mendengar perkataan yang keluar dari mulutnya barusan.. “ kau tentu masih ingat bukan dengan felix… suamiku masih menyimpan fotomu dialbum kenangannya.. “. Jantungku tiba – tiba berdetak kencang saat wanita tersebut menggucapkan nama felix..
“ Ini anak kami… tampan … bukan ?, namanya..kevin, kau bisa lihat.. wajahnya mirip sekali dengan papanya… “ aku tersenyum sidikit kupaksakan… “ kau benar… felix memang lelaki sempurna bagiku… dia memperlalukan aku dengan baik.. meskipun pada awalnya aku tak yakin dengan pilihan kedua orang tuaku yang telah menjodohkan kami berdua… terlebih – lebih kita tak diberi kesempatan untuk saling mengenal dulu..kau memang benar…. “, dengan semangat bella menceritakan suaminya..
“ Sekarang mba bella sendiri sedang apa dikota ini.. ? ”, tanyaku sedikit menyelidik dan berharap aku tak bertemu dia hari ini.. “ jangan panggil aku mba.. kurang pas didengar telinga.. panggil aku bella saja.. “, dengan masih menunjukan senyum termanisnya… yaa… memang bella sangat cantik dimataku.. dan aku yakin dimata felix juga sama. Beberapa menit kemudian banyak cerita yang meluncur dari bibir manisnya.. tentang felix sang suami yang dicintainya..
Sebuah e mail
Hari ini aku mulai masuk kerja…sedikit kebinggungan awalnya, tapi bisa kukendalikan beberapa menit kemudian. Tugas pertama – dihari pertama kerja begitu melelahkan… banyak yang meski dikerjakan dan besok sudah harus selesai… setelah istirahat untuk makan siang,, aku langsung melanjutkannya kembali pekerjaan yang menumpuk.. dengan optimis.Setengah jam kemudian… Akuteringat dengan e mailku tak kubuka beberapa hari lamanya. Ku ketik alamat emailku dan pastportnya… ada sepuluh pesan masuk dan kubaca satu persatu.. delapan diantaranya adalah pesan dari teman dan satu pesan dari syafa .
“ assalamualaikum, ardi… apa kabarnya.. lama tak membagi kabar, gimana ?, sudah dapat kerja… kalau YA. Aku turut bergembira atas pencapaianmu sekarang. Aku tunggu kabar kamu… wassalamualaikum
Dengan wajah senang aku membalas pesannya, ternyata syafa masih mengingatku.. pikiranku mulai meng andai – andai tentangnya. Kemudian ada satu lagi pesan yang harus kubaca, kubuka dan kubaca. ternyata pesan dari felix yang berisi :
“ apa kabar ardian… sudah satu tahun lebih aku tak bertemu denganmu. Mudah – mudahan kamu tak lupa denganku… karena aku tak pernah melupakanamu,, “.
Sedikit kaget dan takut aku membaca pesan dari felix, yaa… memang sudah setahun ini aku telah melupakannya… menutup kenangan dengannya dulu. Kubiaran pesan itu tak terbalas…
Mulai khawatir
Setelah mendapat kiriman e mail dari felix beberapa hari lalu… ada sedikit rasa cemas yang menyelimuti hati, dalam tiap perjalanan pulangpun ada rasa takut.. kalau – kalau bertemu dengan felix. “ Yaaa….. bagiku felix adalah masa lalu yang harus aku lupakan, memang tak ada yang disakit i atau menyakiti… tapi entahlah ada perasaan yang menderuku teramat sangat… “.Setelah pertemuanku dengan bella istri felix beberapa minggu lalu, aku sudah tak berharap lagi dia ada dalam hidupku dan membayang – bayangi dalam setiap langkahku…. kurelakan dengan tulus ikhlas saat itu juga..
“Aku ingin hidup normal layaknya laki – laki biasa… aku ingin sembuh… dan aku berharap saat felix menikah, akan sembuh dari sakitnya… itu terbukti dengan buah hati mereka yang sangat tampan, mewarisi orang tuanya… “ tiba – tiba bayangan tentang felix mengalir deras dalam lamunanku… “tapi kenapa… masih sempat – sempatnya felix mengirimi e mail padaku… ? apa ini sebuah terorrr… ? “. Malam ini aku benar – benar tak bisa tidur dengan nyenyak.. sudahku coba untuk menutup mata tapi kenapa sang malaikat mimpi tak menghampiriku untuk membisikan mantra – mantra saktinya… supaya aku bisa lelap malam ini, kulihat jam weker disebelahku.. pukul 02.30 wib.. sekali lagi kucoba memejamkan mata.
Jam 03.30 wib. Aku terhentak… setelah beberapa jam mulai hilang kesadaran…bajuku basah oleh keringat dingin.. nafasku kembang kempis seolah aku habis lari dikejar setan… “ mimpi apa aku barusan ?, terasa begitu nyata.. ?… felix datang dalam mimpi…. dia menyetubuhi ku dengan begitu bernafsu… berkali – kali aku memintanya untuk melepaskanku… tapi dia malah bersemangat… sampai akhirnya bella menemukan aku dan felix dalam keadaan telanjang bulat.. sedang menghunus pedangnya kedalam pantatku… !!! “.
Seberkas cahaya dalam wajahnya
siang ini aku menemui syafa dirumahnya, dia tampak segar dan semakin cantik dari – hari kehari.. “ apa kabar ardi… ?, pasti baru pulang kerja… ?, mau aku buatkan minum apa… ? “. Sambil memperbaiki posisi duduknya.. “ ngelihat kamu hari ini sudah cukup bagiku untuk tak minum selama 24 jam… “, gurauku dengan senyum yang ku tahan. “ beneran nihh…?, berarti aku kayak sungai dong…. ?! “, dengan senyumnya yang mengetarkan.. begitu manis.. !“ boleh kah aku menanyakan sesuatu… ? “. Tanyaku dengan nada sedikit berat bercampur gugup… “ apa.. itu ardi… ? “. Syafa memperhatikanku dengan seksama.. “ apa masih ada ruang kosong dihatimu… untuk aku tinggali… ? “. Aku menatapnya dengan berusaha tak gugup, tapi kenapa dia menunduk tak melihatku bicara… ?. “ sebenarnya sejak awal aku sudah menaruh hati padamu… tapi.. aku tak mau nantinya akan menjadi zina dan jadi gunjingan orang… “. Dengan wajah yang masih tertunduk… rasanya hatiku benar – benar seperti mengeluarkan kembang api dengan menyemburkan berbagai aneka warna yang indah… terbang bebas ke udara diiringi kilatan cahaya terang benderang nan menawan.
“ aku tak mau kita pacaran… karena itu tak diperbolehkan oleh agama… “, sambil mengangkat kepalanya dan menatapku… “ aku seperti tertimpa bintang jatuh dan meledak tepat menyirami badanku dengan bermandikan cahaya, aku benar – benar gembira tak terduga sambil menatapnya. aku melihat rona merah dalam pipi mulusnya tersenyum menatapku tajam, “ aku akan menepati janjiku padamu…tapi apakah kau yakin dengan perkataanmu barusan ?, dan maukah kau menerimaku apa adanya “ . tanyaku sedikit meyakinkan dan seperti tak percaya… “ aku yakin dan percaya sepenuhnya padamu.. ardi..”. syafa tersenyum mengangguk
Aku pulang dengan keadaan senang… seolah – olah aku mampu pulang kekampung halamanku hanya dengan berlari… badanku seperti memancarkan kekutan yang tak akan pernah habis walau harus menyinari bumi mengantikan posisi matahari.. sungguh tak terkira… bahwa bahagia ini menjadi nyata..
Bapak, ibu restui putramu
Pagi ini aku dengan semangat menulis surat untuk meminta izin tak masuk kerja… rasanya ingin segera pulang menyampaikan maksud hati agar segera meminang gadis pujaan yang selama ini aku damba dalam empat tahun.. dialah syafa kamila, gadis muslimah yang berahlak santun ,taat beragama… dia akan menjadi ibu dari anak – anakku.. dan istri yang selalu setia mendampingi suaminya dalam kondisi susah dan senang…Disepanjang perjalanan pulang tak henti – hentinya aku menyunggingkan senyum.. membayangan bersanding dengannya.. aku sungguh lelaki yang paling beruntung didunia ini..sejenak ku lupakan masalah yang membelitku dalam beberapa hari ini. Tadi aku sengaja tak menceritakan alasan yang sesungguhnya kepada ketiga temanku… aku ingin bapak dan ibuku dulu yang tahu kabar ini… biar nanti aku kabari mereka setelah semuanya benar – benar terjadi..
“ assalamualikum… “ sapaku sambil memasuki rumah kuno tempat aku dilahirkan.. “ wa alaikumsalam… ardi… kenapa pulang tidak kasih tau bapak sama ibu dulu… ?, ada apa ini nak… ? “, ku peluk tubuh ibuku dengan gembira.. “ senang sekali rupanya kamu hari ini.. ?, ada kabar baik apa ceritakan ke ibumu ini nak… “. Ibu masih binggung dengan sikapku.. “ buk… bapak mana ? “, tanyaku dengan wajah berseri.
Malam harinya, ku utarakan niatku pada bapak dan ibuku untuk meminang gadis pujaanku.. kuceritakan pula sosok dan tingkah lakunya yang bersahaja, dan dia juga mau menerima keluargaku apa adanya… ternyata niat baikku disambut baik pula oleh bapak dan ibuku.. sempurna sudah impianku.. hari itu akan segera hadir dalam hidupku terima kasih ya ALLAH SWT.. atas semuanya.
Ketakutanku menjadi nyata
Setelah beberapa hari yang lalu aku menjadi manusia yang paling bahagia dimuka bumi ini, karena telah mampu meminang gadis pujaanku. sekarang aku harus lebih giat bekerja untuk biaya pernikahanku yang akan berlangsung tak lama lagi… hampir tiap hari aku pulang malam, semua kukerjakan dengan tulus ikhlas.Tak ku hiraukan letihnya badan ini, karena ada syafa disampingku… dan selalu setia menemanik. malam ini.. hujan turun begitu lebat dan tak seperti biasanya.. sudah satu jam aku menunggu datangnya angkot.. kembali kulihat jam tanganku pukul 20.30 wib, aku mulai cemas… kalau – kalau tak ada angkot yang lewat… mungkin karena hujan lebat malam ini..
“ Tiiinn…. tiiinnnnnn.. “, ku dengar suara klakson dari mobil yang berhenti tepat didepanku..mobil warna hitam dengan nama nissan x- trail dan membuka pintunya.. sambil menyapaku dari dalam.. “ ayoo… masuk, kuantar sampai rumah.. “, kata pria didalam mobil. Aku heran kenapa pria yang tak kukenal menawariku tumpangan.. ?, tapi aku pernah dengar suara ini, seperti tak asing ditelingaku.. sekarang dia menyalakan lampu mobilnya yang sedari tadi mati.. “ astagaaa…aku terkejut bukan main… orang yang kuimpikan beberapa hari yang lalu ada didepanku ! wajahnya tak berubah sedikpun dengan senyuman manisnya, dan wajah teduh “. “ Aku bertambah binggung… siapa yang kasih tau kalau aku kerja disini ?… apa mungkin bella ?, tapi mana mungkin ??, bukankah aku tak menceritakannya tempo hari..´”. aku mulai bertanya – tanya sendiri..
“ udah… ayoo… masuk keburu malam dan hujan semakin lebat.. “, sahut suara dari dalam. “ aku tahu… apa yang sedang kamu pikirkan ? “, sepertinya felix melihat dari raut wajahku.. “ aku tadi rumah kost..tapi kata abas kamu belum pulang dan mungkin masih terjebak hujan.. dan tak bisa pulang karena ga ada angkot yang lewat… akhirnya aku jemput kamu.. “. Cerita felix panjang lebar, sambil sesekali menatapku.. “ kok dari tadi kamu diam aja.. ?, kamu pasti kaget… kenapa aku ada disini… tapi jangan khawatir, aku hanya seminggu tinggal disini.. “. Disepanjang perjalanan pulang aku lebih banyak diam. “ ardi… aku merindukan tubuhmu dan sikapmu yang selalu mampu membahagiakan aku “. Kata felix sambil mendekat ingin menciumku, tapi segera kutepis.. “ kau masih tak berubah.. persis seperti setahun yang lalu, tapi tak apa… ini salah satu yang aku suka darimu “.
Felix mulai merayuku lagi
Setelah sampai dirumah kudapati dalam keadan sepi, rupanya ketiga temanku telah tertidur pulas dibuai hujan malam ini… sampai – sampai saat aku datang tak terdengar suara mereka menyapa kedatanganku.. “ mungkin mereka sangat capek… “, ucapku dalam hati..Setelah selesai mandi felix menyambutku didalam kamar.. “ mas.. hari ini aku capek sekali.. tolong yaa, jangan ganggu tidurku “, sambil membelakanginya.. tak ku hiraukan ekspresi wajahnya, seperti yang sudah – sudah.. felix memeluk tubuhku malam ini..karena tubuh ini letih dan tak mau meresponnya
Tenggah malam ,saat mulai tenang dan ditemani kegelapan… mulai tersadar. aku merasa dia mengerayangi sekujur tubuhku dan memangsa bibirku dan sepertinya dia meminta ku untuk membalas setiap geraknya.. digerak – gerakkan lidahnya yang sudah ada dalam mulutku… dibuka kancing bajuku satu persatu, diciumi sekujur badanku sampai badan ini terasa dingin pertanda… aku sudah telanjang bulat sempurna…ditindih badanku, kurasakan sentuhan dari tubuh hangatnya… sepertinya dia juga telanjang. aku masih ingat rasa ini.. rupanya felix mulai menghisap batang kemaluanku.. dia memegangi kedua tanganku supaya aku tak berontak atau bergerak untuk pindah posisi tidur… kutahan rasa ini.. hanya mampu mendesah dengan nafas panjang.. mungkin felix masih berharap aku akan meresponnya… dia kembali menghisap kedua putingku satu – persatu.. setengah jam kemudian, setelah aku mengeluarkan cairan panas dari dalam batangku… dan sekuat mungkin untuk tak meladeninya… setelah puas dengan perburuan tanpa perlawanan yang kurang menggairahkan. Akhirnya felix memakaikan pakaianku seperti semula seolah dia tak melakukan apapun.
Ku katakan yang sesungguhnya
Jam 15. 00 wib, felix menjemputku.. “ sejak pertemuan kita dua hari yang lalu.. aku merasa sikapmu begitu dingin padaku “. Tanya felix sesampainya dihotel tempat dia menginap, sebenarnya aku sudah menolak tapi felix memaksaku untuk ikut .“ mas… aku ingin katakan bahwa dunia kita telah berbeda…yang dulu telah berlalu… dan biarlah menjadi kenangan antara kita.. aku telah memilh jalanku dan kau pun telah memilih jalanmu… “.
Felix menatapku penuh amarah…sambil mendekatkan wajahnya tepat didepanku, “ jadi ini balasanmu padaku… apa kau telah mengkhianati cinta kita .. ?“.
“ tak ada yang menkhianati dan dikhianati… aku tak mau selamanya jadi orang yang ‘ sakit ‘ , .. kau sudah menjalani hidupmu dengan baik selama setahun ini, juga memiliki keluarga yang sangat menyayangimu… hidupmu sudah sempurna jadi lupakanlah aku… karna aku adalah masa lalumu “. Sahutku panjang lebar padanya, sambil kulangkahkan kakiku untuk keluar dari hotel ini…
“ aku masih mencintaimu… “, felix menahan tubuhku dan dan memelukku dari belakang.Kubalikkan badanku kearahnya… dan kulepaskan pelukanya, “ mas… satu bulan lagi aku akan menikah….tolong…tolong lepaskan aku dari bayang – bayangmu… hubungan kita telah berakhir setahun lalu.. dulu aku memang sayang kamu… tapi aku sadar… hubungan kita tak akan selamanya dan saat kau menikah itulah yang terbaik untuk kita.. berfikirlah lebih dewasa… aku akan sangat bahagia jika melihatmu bahagia bersama anak dan istrimu, istrimu menyayangimu lebih dari aku menyayangimu… jadi sekali lagi lupakan aku…“. sambil kulepaskan pelukannya,
kulihat felix begitu rapuh sore ini… ku kuatkan hati ini untuk tak melihat tangisnya…dan kutinggalkan dia sendirian dikamar hotelnya denga n perasaan untuk mencoba tegar..
permintaan terakhir
siang ini aku tak langsung pulang, tadi aku menerima sebuah pesan darinya“ izinkan aku untuk mengucapkan perpisaan padamu siang ini, ku tunggu kau dikamar hotelku.. “. Kuterima permintaan terakhirnya.. satu jam kemudian aku telah sampai dikamar hotel yang ditempatinya, felix telah siap dengan pakainnya yang rapi..
“ mari masuk…terima kasih untuk nasehatnya dua hari yang lalu.. aku sadar dan apa yang kau ucapkan itu benar. Maafkan atas semua kesalahanku, felix memeluk tubuhku..disofa empuk ini “ ku doakan kau bahagia dengan pasangan hidupmu “,
“ ku ingin kau tahu… diriku disini menanti dirimu..
Meski ku tunggu hingga ujung waktu ku..
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya…
Dan izinkan aku memeluk dirimu kali ini saja…
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk slamanya…
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja..
Ku dengar samar – samar lagu dari band unggu yang berjudul “ cinta dalam hati “.
“ terima kasih mas… akup,,,,,, “ belum selesai aku mengucapkan kata – kata terakhirku.. felix telah membekap bibirku dengan ciuman spontannya. reflek… ku dorong badannya… “ izin kan aku melakukannya untuk terakhir kali ini saja “, pinta felix padaku, dengan pasrah aku menerimanya , saat felix mulai mengendongku masuk kekamar.. masih bisa kurasakan sentuhannya persiss seperti satu tahun yang lalu. Kali ini kuikuti saja kemana arahnya… sampai akhirnya satu – persatu pakaianku tanggal ditangan felix.. aku tak munafik rasa ini mulai menguasai fikiranku tentang felix..bahwa parnah ada rasa bersamanya. Tak ada kata – kata hanya ada desah demi desah dua insan yang pernah terlena dimabuk cinta yang sesat…
setelah selesai .. aku segera mandi dan membereskan pakaianku untuk segera diantarkan pulang menuju kostan, disela – sela aku berpakaian felix masih belum beranjak dari tempat tidur, masih tak berpakaian.. memandangiku dengan seksama. Kupakai celana dalamku, kemudian ku ambil kemeja yang ada tepat dibawah kakinya.. dengan sadar, felix menarik tanganku.. dan kembali dia menciumiku untuk beberapa menit lagi sampai akhirnya aku menepis setiap geraknya. “ ikhlaskan aku mas… aku ingin bahagia dengan hidupku yang baru.. “, suaraku tercekat tepat dihadapan wajahnya. Sambil ku dengar satu lagu dari hp felix yang sedari tadi bersuara, menyuarakan perpisahan antara kita
“ aku tak mampu… menduakanmu…
Aku tak sanggup untuk menyakitimu…
Ku tak mungkin mencintaimu..
Karena hatiku tlah dimiliki dia…
Kau tak munggkin memilikiku sepenuh hati..
Aku hanya ingin setiaa…..
Aku hargai… ketulusanmu.. tapi kumilik dia… “.
Rasanya pas sekali lagu dari band armada ini menggiringgi adegan kita sore ini.
Dengan ditemani gerimis sore ini felix menggantarku untuk terakhir kalinya. “ bahagiakan anak dan istrimu mas felix… mereka sangat sayang padamu… lupakan lah aku dan kejadian – kejadian yang pernah kita lalui bersama…“. kataku, kupeluk badan ini untuk terakhir kalinya… matanya berkaca – kaca saat aku melepaskan pelukannya.. ditemani gerimis sore.. setelah sampai didepan rumah.
Dan inilah, sepenggal kisah dari hidupku, meski berliku… aku telah mampu membuktikan bahwa aku mampu kembali kejalan yang benar.
Kau yang pernah ada dalam hidupku, dan jadilah kenangan.
Akan segera kusambut kebahagian dengan wanita impianku..
22.35 wib. 24 April 2011
VIMAX PEMBESAR PENIS CANADA
BalasHapusBikin Penis Besar, Panjang, Kuat, Keras, Dengan Hasil Permanent
isi 30 cpsl Untuk 1Bulan Hanya.500.000;
Promo 3 Botol Hanya.1.000.000;
ANEKA OBAT KUAT EREKSI DAN T.LAMA
PERANGSANG WANITA SPONTAN
( Cair / Tablet / Serbuk / Cream) 5Menit Reaksi Patent.
Sangat Cocok Untuk Wanita Monopouse/ Kurang Gairah.
ANEKA COSMETIK BERKWALITAS TERBAIK
( Pelangsing Badan, Pemutih Muka & Badan, Flek Hitam,
Jerawat Membandel, Gemuk Badan, Cream Payudara,
Obat Mata Min/ Plus, Peninggi Badan, Cream Selulit,
Pemutih Gigi, Pembersih Selangkangan/ Ketiak,
Pemerah Bibir, Penghilang Bekas Luka, Perapet Veggy,
ALAT BANTU SEXSUAL PRIA WANITA DEWASA
tlp: 0822 2121 8228 - 087 831 434 777 BBM.24CEE3AE MR.SHOLE
..
Nice bag you can earn money from that
BalasHapusThanks for your posting
Visit me @, Obat Aborsi,
Obat Penggugur kandungan,
Jual Obat Aborsi,
Smm panel
BalasHapusSMM PANEL
İs İlanlari Blog
İnstagram Takipçi Satın Al
https://www.hirdavatciburada.com
BEYAZESYATEKNİKSERVİSİ.COM.TR
servis
tiktok jeton hilesi